Refleksi sebagai awal minat baca murid
EFIDWISMA
CGP
ANGKATAN 2 KOTA MAKASSAR
Reflkesi sebagai awal minat baca
Coronavirus Disease
(COVID-19) yang melanda di berbagai penjuru wilayah negera membawa dampak yang
signifikan, termasuk Indonesia. Perubahan keras yang terjadi akibat pandemi
virus corona juga dirasaka bagi duania pendidikan. Salah satu tantangan bagi
saya sebagai pendidik di masa pandemi
yaitu menumbuhkan minat baca peserta didik. Meskipun belajar dari jauh,
aktivitas rutin membaca peserta didik harus tetap dilaksanakan. Karakter gemar
membaca sudah lama diimplementasikan di sekolah melalui Gerakan Literasi
Sekolah. Program membaca 15 menit sebelum kegiatan belajar telah dicanangkan
oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 2016. Minat baca peserta
didik harus terus ditumbuhkan pada proses belajar mengajar, terutama pada
kondisi pandemi saat ini.
Memasuki
tahun ajaran baru, sekolah biasanya menyelenggarakan Masa Pengenalan Sekolah
(MLS) sesuai dengan Permendikbud no 18 Tahun2016 mengenai pengenalan Lingkungan
Sekolah bagi peserta didik baru. Sekolah masih belum melaksanakan MPLS tatap
muka karena situasi yang tak memungkinkan di tengah pandemi. Agar MPLS berjalan
aman dan nyaman, Kementrian Pendidikan, kebudayaan , Riset dan Teknologi
mengingatkan agar sekolah dapat mengenal potensi siswa baru, membantu siswa
baru beradptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, di masa pengenalan
tersebut. Di masa pandemi seperti sekarang ini, MPLS diselenggarakan secara
virtual dengan memanfaatkan platform video konferensi. Dalam MPLS berisikan
dengan program edukatif yang berisi pengenalan lingkungan sekolah .
Kegitan
membaca harus dirancang dengan baik di masa pandemi ini agar karakter gemar
membaca peserta didik tumbuh. Penanaman budaya positif melalui minat baca
peserta didik melalui kegiatan yang menyenangkan dan sesuai dengan karakter
ataupun perkembangan peserta didik. Kegiatan yang dapat dilakukan untuk
menumbuhkan minat baca sebaiknya kegiatan yang bersifat santai, ringan,
menarik. Melalui MPLS virtual, saya mengembangkan budaya positif, minat baca
untuk peserta didik baru.
![]() |
| MPLS daring oleh guru |
![]() |
| MPLS virtual |
MPLS virtual di sekolah saya dilaksanakan selama 3 hari. Materi yang disampaikan adalah visi misi sekolah, pengenalan lingkungan sekolah, dan warga sekolah. Materi yang disampaikan kepada peserta didik baru dengan cara virtual. Keseluruhan materi di rekam dalam bentuk video dan secara bergantian ditampilkan dalam video konferensi
![]() |
| Materi MPLS dalam bentuk video |
Selain itu pihak sekolah memberikan juga dalam bentuk ebook materi tersebut. Setelah menyaksikan video dan membaca ebook materi MPLS dihapakan peserta didik baru dapat memahami lingkungan sekolah walaupun mereka dari rumah. Sangat diharapkan mereka membaca ebook dan sebagai daya tarik agar peserta didik membaca ebook tersebut dibuat semenarik mungkin dengan gambar dan bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Video materi juga di buat semenarik mungkin sehingga peserta didik tidak bosan menyaksikannya.
![]() |
| Materi MPLS dalam bentuk ebook |
![]() |
| Link padlet sebagai media untuk refleksi |
| Refleksi materi dari peserta didik |





Komentar
Posting Komentar